Blog Warisan Budaya Indonesia Pindah Alamat

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Kami informasikan bahwa blog warisantara.wordpress.com dan warisanbudayaindonesia.com, pindah alamat ke warisanbudayaindonesiaonline.com. Kami mohon maaf jika belakangan ini keasyikan Anda mengunjungi blog warisanbudayaindonesia.com atau warisantara.wordpress.com sedikit terganggu. Blog warisanbudayaindonesia.com memang sudah habis masa sewanya. Karena satu dan lain hal, kami terpaksa tidak bisa memperpanjangnya lagi. Sebab itu juga tampilan blog warisantara.wordpress.com yang…

Atraksi Kuda Menari

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Kanna Pattang Daetta Tommuane bersama permaisurinya, satu ketika hendak bermain dengan salah seorang putrinya. Lalu Maraqdia IV Kerajaan Balanipa ini mengajak buah hatinya menunggang kuda. Sambil mengikuti ketukan bebunyian dari istal yang dipukul-pukul, ia melantunkan kalindaqdaq atau pantun khas Mandar, Sulawesi Barat. Maka acara mengasuh anak ini jadilah tambah seronok. Terlebih…

Seni Mengintip Pengantin

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Detak jantung para pemuda Gorontalo pada malam mopotilandahu pasti jauh lebih kencang. Sebetulnya kondisi lahir dan batin mereka sehat-sehat saja. Yang mereka lakukan, juga lazim dikerjakan oleh para bujang lain di manapun. Bukankah acara pertunangan adalah peristiwa biasa yang harus dilalui oleh setiap jejaka dan dara yang hendak mengikat janji suci…

Memasak Bakar Batu

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Insrennanggi bukan seperti perempuan pada umumnya. Soal rupa jangan ditanya, karena ia memang menyilaukan mata banyak pria. Sudah itu Insrennanggi sangat cerdas dan terampil pula, sebab ialah yang pertama kali mengajarkan cara memasak menggunakan api kepada orang-orang Papua tempo dulu. Dari perempuan inilah riwayat tradisi bakar batu dimulai. Kisahnya dibuka oleh…

llmu Kebal Versi Debus

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Sepasukan penjajah dengan wajah beringas siap memuntahkan amarahnya. Pistol dan dan bedil sudah dikokang dan siap ditembakan. Sangkur dan pedang sudah dihunus dan siap ditebaskan. Bola-bola geranat juga tinggal diledakan. Menurut hitungan nalar, mustahil bisa berhadapan muka apalagi mampu memukul mundur mereka dari arena perang. Tetapi sejarah telah menuliskan, para pendahulu…

Wahana Menuju Matahari

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Enam hari sudah, layang-layang itu mengangkasa. Tinggal sehari lagi, atau tepat pada hari ketujuh talinya segera diputus supaya bisa menuju langit tertinggi. Laksana merpati, layang-layang itu membawa pesan bahwa si empunya adalah orang baik hati dan sangat berbakti pada Yang Maha Kuasa. Pemilik layang-layang juga memohon, kiranya hidupnya dilimpahi keberuntungan dan…

Pengobatan Ala Dayak

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Apa gerangan yang terjadi pada seseorang yang mengalami kematian? Menurut kayakinan orang Dayak, kedua beruwa orang itu sudah pergi meninggalkan jasadnya. Jiwa yang pertama atau mata kanan melakukan perjalanan jauh, rumit dan berbahaya ke Apo Kesio atau dunia roh. Sedangkan jiwa yang kedua atau mata kiri, pindah ke tubuh beberapa binatang.…

Magis Bambu Gila

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Tujuh pemuda kekar itu bersimbah peluh. Mereka diperdaya oleh kekuatan sebatang bambu yang didekap bersama-sama di dada masing-masing. Mereka terseok-seok menahan gerakan liar bambu itu. Mereka diseret ke kiri, dibetot ke kanan, ditarik ke bawah, bahkan diangkat ke atas seperti hendak melayang terbang. Semakin kuat usaha mereka untuk mengendalikannya, semakin membabibuta…

Tarian Dari Negeri Awan

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Woliampehalu, berhari-hari menghabiskan waktunya dengan bertapa di Gunung Sangia Wita. Dalam tepekurnya, pria asal Tangkeno, Kabaena, Sulawesi Tenggara ini, samar-samar melihat bayangan sekelompok penari. Mengikuti suara gendang yang ditabuh beberapa pemuda, para penari itu lalu menggerak-gerakkan kaki dan tanganya hingga membentuk formasi tertentu. Pertunjukan itu berakhir ketika mereka menebas-nebas batang pisang…

Upacara Maccera Tappareng

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Bunyi lesung yang dipukul-pukul padendang terdengar bertalu-talu di atas perahu yang berputar-putar mengelilingi danau. Bebunyian itu mengiringi rapal-rapal doa yang dipanjatkan pacoa tappareng. Atas nama masyarakat, selain mengucap syukur, pemimpin upacara itu juga memanjatkan doa kiranya kehidupan mereka selalu diberkahi sepanjang masa. Sejurus kemudian, aneka sesaji dilarung ke tengah danau itu.…