Blog Warisan Budaya Indonesia Pindah Alamat

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Kami informasikan bahwa blog warisantara.wordpress.com dan warisanbudayaindonesia.com, pindah alamat ke warisanbudayaindonesiaonline.com. Kami mohon maaf jika belakangan ini keasyikan Anda mengunjungi blog warisanbudayaindonesia.com atau warisantara.wordpress.com sedikit terganggu. Blog warisanbudayaindonesia.com memang sudah habis masa sewanya. Karena satu dan lain hal, kami terpaksa tidak bisa memperpanjangnya lagi. Sebab itu juga tampilan blog warisantara.wordpress.com yang…

Merindu Musik Ghazal

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Apa jadinya bila bait-bait syair Melayu berkolaborasi dengan alat-alat musik seperti syarenggi, sitar, harmonium, dan tabla? Atraksi musik ghazal asal Pulau Penyengat Kepulauan Riau, agaknya bisa menjawab rasa ingin tahu itu. Melalui musik tradisional Melayu ini, rangkaian pesan-pesan moral menyentuh hati yang terselip dalam syair itu jadi tersampaikan kepada hadirat secara…

Musim Tari Maengket

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Dulu namanya Malesung, lalu berganti menjadi Minaesa. Karena mina (telah terjadi) esa (persatuan), salah satu sebabnya adalah lantaran seketurunan dari Toar Lumimuut, maka nihillah perbedaan di antara subetnik Tontemboan, Tombulu, Tonsea, Tondano, Tonsawang, Ponosakan, Pasan, dan Bantik. Seterusnya, karena proses bahasa, Minaesa berubah lagi menjadi Minahasa. Suku terbesar di Sulawesi Utara…

Tarian Suku Kulawi

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Langkah kaki petani yang sedang berburu itu terhenti begitu saja, ketika ia dikejutkan oleh kegaduhan yang terjadi di tengah rimba belantara yang biasanya diam. Meski sedikit takut, rasa penasarannya tak mampu dihentikannya. Maka sambil mengendap-ngendap, didekatinya sumber keriuhan itu. Dari balik semak-semak, pandangannya tertuju pada sekawanan rusa yang sedang bertingkah. Beberapa…

Atraksi Kuda Menari

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Kanna Pattang Daetta Tommuane bersama permaisurinya, satu ketika hendak bermain dengan salah seorang putrinya. Lalu Maraqdia IV Kerajaan Balanipa ini mengajak buah hatinya menunggang kuda. Sambil mengikuti ketukan bebunyian dari istal yang dipukul-pukul, ia melantunkan kalindaqdaq atau pantun khas Mandar, Sulawesi Barat. Maka acara mengasuh anak ini jadilah tambah seronok. Terlebih…

Seni Mengintip Pengantin

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Detak jantung para pemuda Gorontalo pada malam mopotilandahu pasti jauh lebih kencang. Sebetulnya kondisi lahir dan batin mereka sehat-sehat saja. Yang mereka lakukan, juga lazim dikerjakan oleh para bujang lain di manapun. Bukankah acara pertunangan adalah peristiwa biasa yang harus dilalui oleh setiap jejaka dan dara yang hendak mengikat janji suci…

Pacuan Kerbau Makepung

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Tiga ratus empat puluh pasangan itu benar-benar sedang mencari perhatian. Buktinya, tak seperti hari-hari biasanya masing-masing tampak berdandan habis-habisan. Setidaknya wajahnya terlihat cerah merekah. Lalu asesoris warna-warni yang mengkilap makin menegaskan kemenorannya. Bau aroma persaingan untuk saling mengalahkan memang tercium jelas di antara pasangan itu. Demi menjadi pemenang, selain berdandan, tiap…

Genderang Perang Sasak

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Mungkin cuma orang Sasak yang bisa mengenali jenis kelamin kendang atau gendang. Yang laki-laki namanya gendang mama, sedangkan yang perempuan sebutannya gendang nina. Bidang pukul gendang laki-laki menggunakan kulit kambing, sapi atau kerbau jantan, sementara gendang perempuan memakai kulit kambing, sapi, atau kerbau betina. Menilik wujudnya, kedua alat musik dari tabung…

Suara Senar Sasando

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah sakit malah dimusuhi pula. Kejadian itu benar-benar dialami oleh Lunggi Lain dan Balok Ama Sina. Selain dipandang sebelah mata oleh keluarganya, mereka juga dikucilkan bahkan diusir orang sekampungnya. Sebabnya, kedua sahabat ini menderita kusta di sekujur tubuhnya. Pada satu masa, orang Rote tempo dulu memang…

Tari Yospan Sebermula

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Orang Papua benar-benar kreatif. Konflik antara Indonesia dan Belanda terkait status kedaulatan Irian Barat pada tahun 1960-an lalu, tak cuma dipahami sebagai peristiwa politik. Kejadian itu ternyata mengilhami seniman setempat untuk menciptakan tarian baru bernama Pancar Gas. Ide dasarnya adalah manuver-manuver pesawat tempur yang memancarkan gas atau asap di angkasa Papua.…

llmu Kebal Versi Debus

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Sepasukan penjajah dengan wajah beringas siap memuntahkan amarahnya. Pistol dan dan bedil sudah dikokang dan siap ditembakan. Sangkur dan pedang sudah dihunus dan siap ditebaskan. Bola-bola geranat juga tinggal diledakan. Menurut hitungan nalar, mustahil bisa berhadapan muka apalagi mampu memukul mundur mereka dari arena perang. Tetapi sejarah telah menuliskan, para pendahulu…

Boneka Penolak Bala

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Iring-iringan Pangeran Jayakarta berserta rombongan, sudah sampai di gerbang Keraton Kesultanan Banten. Penguasa Batavia itu hendak ikut merayakan kenduri khitanan Pangeran Abdul Mafakhir, yang tiga tahun sebelumnya pada usia tujuh tahun telah ditabalkan menjadi Sultan Banten menggantikan ayahnya, Sultan Muhammad, yang wafat di Palembang. Peristiwa yang terjadi pada 1605 itu, dilaporkan…

Tarian Dari Negeri Awan

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Woliampehalu, berhari-hari menghabiskan waktunya dengan bertapa di Gunung Sangia Wita. Dalam tepekurnya, pria asal Tangkeno, Kabaena, Sulawesi Tenggara ini, samar-samar melihat bayangan sekelompok penari. Mengikuti suara gendang yang ditabuh beberapa pemuda, para penari itu lalu menggerak-gerakkan kaki dan tanganya hingga membentuk formasi tertentu. Pertunjukan itu berakhir ketika mereka menebas-nebas batang pisang…