Bukan Kantong Biasa

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Menilik wujudnya, noken setara dengan tas, kantong, atau yang sejenisnya. Seturut bentuk fisiknya itu, fungsi noken yang juga dikenal dengan nama inokson, aramuto, mahyan, atau su ini adalah sekadar wadah untuk memuat hasil bumi, binatang ternak, atau untuk menggendong bayi. Meski demikian, bagi masyarakat Papua, noken sesungguhnya bukan wadah biasa.

Menyitir Titus Pekey, noken adalah cermin untuk melihat bayangan entitas masyarakat Papua dalam konteks kebudayaan yang lebih besar. Budayawan ini beramsal, Papua secara keseluruhan ibarat noken yang bolong-bolong di sana-sini dan terus dibolongi sampai sekarang oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab.

“Makanya, kehidupan orang Papua banyak kacaunya,” ujar Ketua Ekologi Papua ini. Karenanya Titus berharap setiap orang Papua khususnya, bisa memahami dan menempatkan dirinya sebagai bagian dari lintingan-lintingan benang dari kulit kayu yang siap dirajut menjadi sebuah noken kehidupan yang utuh, saling menguatkan dan harmonis.

Noken, sejatinya mengajarkan pada seluruh warga Papua untuk bersatu padu membangun masa depan yang lebih maju dan beradab. Bukan malah sebaliknya, yakni ikut ambil peran menambahi lubang-lubang jebakan baru yang menyesatkan. Begitulah salah satu makna simbolis noken yang telah diakui Unesco sebagai salah satu warisan budaya takbenda ini. (teks dan foto dari berbagai sumber)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s