Pesona Tapis Lampung

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Gadis Lampung yang manakah yang pantas diperistri? Sedikitnya ada dua kriteria yang wajib penuhi. Pertama, ia mesti punya sifat dan perilaku yang elok dan terpuji. Kedua, ia juga harus bisa membuat kain tapis. Dua syarat ini, tak bisa ditawar-tawar. Jika tidak, keluarga pria bisa mundur teratur untuk mengajukan pinangan apalagi melanjutkannya…

Harga Diri Tikar Bidai

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Di mana saja, fungsi tikar itu tak akan jauh-jauh dari urusan alas: bisa untuk duduk, tidur, atau menyebarkan sesuatu di atasnya. Kalaupun ada bedanya, pastilah tipis saja. Bahannya juga tak jauh-jauh dari anyaman daun pandan, rotan, eceng gondok, atau kulit kayu. Yang modern, paling-paling berbahan kain, karet atau plastik. Walaupun ada…

Sisi Lain Ulap Doyo

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Asalnya nun jauh dari Afrika Barat sana. Ditemukannya sekitar tahun 1788 lalu. Dengan bermacam cara kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis di seluruh dunia. Hidupnya selalu berkelompok, berlindung di bawah pohon-pohon besar dan rindang yang tumbuh di dalam hutan. Lingkungan yang lembab dan cenderung gelap memang menjadi tempat favoritnya untuk beranak-pinak.…

Khasiat Kain Sasirangan

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Empu Jatmika, pendiri Kerajaan Negara Dipa, hampir mendekati akhir hayatnya. Maka, segera dipanggilnya Lambung Jaya Wanagiri dan Lambung Mangkurat. Wasiatnya, ia melarang mereka menjadi raja. Bila kelak mangkat, Empu Jatmika memerintahkan kedua putranya ini untuk menemukan raja baru bagi kerajaan yang berpusat di pedalaman Kalimantan Selatan ini. Demi menunaikan amanat mendiang…

Tembang Suci Karungut

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Ternyata nenek moyang orang Dayak itu asalnya dari langit ke tujuh. Ketika turun ke bumi, sambil diiringi nyanyian syahdu, mereka menggunakan sebuah wahana berupa wadah sejenis ancak (palangka) yang terbuat dari emas atau logam mulia (bulau). Begitulah mitosnya ketetapan Ranying Hatalla yang bersemayam di langit tertinggi, sewaktu menciptakan leluhur salah satu…

Musim Tari Maengket

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Dulu namanya Malesung, lalu berganti menjadi Minaesa. Karena mina (telah terjadi) esa (persatuan), salah satu sebabnya adalah lantaran seketurunan dari Toar Lumimuut, maka nihillah perbedaan di antara subetnik Tontemboan, Tombulu, Tonsea, Tondano, Tonsawang, Ponosakan, Pasan, dan Bantik. Seterusnya, karena proses bahasa, Minaesa berubah lagi menjadi Minahasa. Suku terbesar di Sulawesi Utara…

Perahu Cinta Sawerigading

WARISAN BUDAYA INDONESIA – We Cudai memang bukan perempuan biasa. Gadis Tiongkok ini kulitnya bening sekuning langsat. Matanya sipit seiris tipis. Budinya sopan, tuturnya santun. Menilik garis keturunannya, ia berdarah biru pula. Tak ayal bila pesonanya terkabarkan ke mana-mana. Namanya terceritakan ke segala penjuru mata angin. Ia menjadi pusaran perhatian para bujang dari berbagai antero…

Adat Orang Langit

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Wabah penyakit mematikan, pada sebuah masa, menghantui tanah Konawe dan Mekongga. Sebab tak kuasa lagi mengatasi musibah itu, para tetua adat minta bantuan pihak kerajaan. Raja Luwu kemudian mengutus Watandiabe ke Konawe dan Larumbalangi ke Mekongga. Dengan segenap kemampuannya, keduanya berhasil memulihkan keadaan seperti sedia kala. Watandiabe yang juga dikenal sebagai…

Tarian Suku Kulawi

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Langkah kaki petani yang sedang berburu itu terhenti begitu saja, ketika ia dikejutkan oleh kegaduhan yang terjadi di tengah rimba belantara yang biasanya diam. Meski sedikit takut, rasa penasarannya tak mampu dihentikannya. Maka sambil mengendap-ngendap, didekatinya sumber keriuhan itu. Dari balik semak-semak, pandangannya tertuju pada sekawanan rusa yang sedang bertingkah. Beberapa…

Atraksi Kuda Menari

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Kanna Pattang Daetta Tommuane bersama permaisurinya, satu ketika hendak bermain dengan salah seorang putrinya. Lalu Maraqdia IV Kerajaan Balanipa ini mengajak buah hatinya menunggang kuda. Sambil mengikuti ketukan bebunyian dari istal yang dipukul-pukul, ia melantunkan kalindaqdaq atau pantun khas Mandar, Sulawesi Barat. Maka acara mengasuh anak ini jadilah tambah seronok. Terlebih…

Seni Mengintip Pengantin

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Detak jantung para pemuda Gorontalo pada malam mopotilandahu pasti jauh lebih kencang. Sebetulnya kondisi lahir dan batin mereka sehat-sehat saja. Yang mereka lakukan, juga lazim dikerjakan oleh para bujang lain di manapun. Bukankah acara pertunangan adalah peristiwa biasa yang harus dilalui oleh setiap jejaka dan dara yang hendak mengikat janji suci…

Wasiat Nelayan Patorani

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Kurang apa Karaeng Polloe dan Daeng Rani? Menilik namanya, dua gadis bersaudara ini adalah pewaris darah biru para bangsawan Bugis. Soal rupa? Keduanya memenuhi bahkan melebihi syarat-syarat yang lazim dimiliki oleh para perempuan cantik pada umumnya. Singkat kata, bibit, bebet, dan bobot keduanya tak perlu diragukan lagi karena nilainya memang di…

Pacuan Kerbau Makepung

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Tiga ratus empat puluh pasangan itu benar-benar sedang mencari perhatian. Buktinya, tak seperti hari-hari biasanya masing-masing tampak berdandan habis-habisan. Setidaknya wajahnya terlihat cerah merekah. Lalu asesoris warna-warni yang mengkilap makin menegaskan kemenorannya. Bau aroma persaingan untuk saling mengalahkan memang tercium jelas di antara pasangan itu. Demi menjadi pemenang, selain berdandan, tiap…

Genderang Perang Sasak

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Mungkin cuma orang Sasak yang bisa mengenali jenis kelamin kendang atau gendang. Yang laki-laki namanya gendang mama, sedangkan yang perempuan sebutannya gendang nina. Bidang pukul gendang laki-laki menggunakan kulit kambing, sapi atau kerbau jantan, sementara gendang perempuan memakai kulit kambing, sapi, atau kerbau betina. Menilik wujudnya, kedua alat musik dari tabung…

Suara Senar Sasando

WARISAN BUDAYA INDONESIA – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah sakit malah dimusuhi pula. Kejadian itu benar-benar dialami oleh Lunggi Lain dan Balok Ama Sina. Selain dipandang sebelah mata oleh keluarganya, mereka juga dikucilkan bahkan diusir orang sekampungnya. Sebabnya, kedua sahabat ini menderita kusta di sekujur tubuhnya. Pada satu masa, orang Rote tempo dulu memang…